Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Austria awal pekan ini mengatakan bahwa acara tersebut direncanakan sangat besar dan kunjungan tersebut merupakan bahaya untuk ketertiban umum dan keamanan di Austria.
Keputusan tersebut menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh Belanda, yang jelang akhir pekan kemarin memutuskan untuk melarang masuk Wakil Perdana Menteri Turki Tugrul Turkes tidak dipersilakan mengunjungi sebuah upacara di kalangan ekspatriat Turki untuk memperingati ulang tahun tersebut.
Presiden Turki Tayyip Erdogan juga mengeluh minggu lalu bahwa dia tidak diizinkan untuk berbicara dengan orang-orang Turki di Jerman selama kunjungannya ke negara tersebut untuk pertemuan puncak para pemimpin G20.
"Saya dapat memastikan bahwa Menteri Luar Negeri Austria (Sebastian) Kurz telah melarang menteri ekonomi Turki memasuki negara tersebut," jelas juru bicara tersebut.
Pada tahun lalu, Turki telah memenjarakan lebih dari 50.000 orang dan menangguhkan atau memecat sekitar 150.000 orang, termasuk tentara, guru dan pegawai negeri, karena dugaan hubungan dengan ulama Muslim diasingkan yang menyalahkan kudeta tersebut, Fetullah Gulen.
[mel]
BERITA TERKAIT: