Namun hal itu tidak berlaku bagi Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker.
Dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini, Juncker mengatakan bahwa ia tidak memiliki smartphone.
"Saya tidak boleh mengatakannya, tapi saya harus mengatakannya, saya masih belum memiliki smartphone," kata pria berusia 62 tahun tersebut.
Pengakuan itu dikeluarkan saat ia membantu meluncurkan kepresidenan Uni Eropa yang cerdas digital Estonia.
Juncker bercanda bahwa Perdana Menteri Estonia Juri Ratas bahkan harus berkominikasi jarak jauh dengan dirinya seperti abad ke-19, yakni dengan kartu pos untuk mengundangnya ke Tallin.
Menurut sumber Uni Eropa, seperti dimuat
BBC, telepon yang digunakan Juncker adalah ponsel Nokia tua. Tidak jelas tipe apa yang ia gunakan.
Kepala Uni Eropa tersebut adalah mantan perdana menteri Luksemburg. Ia mengaku bahwa dengan kecenderungan teknofobia semacam itu, dirinya tidak bisa menjadi perdana menteri Estonia.
"Ini sama sekali tidak mungkin," jelasnya.
Estonia adalah salah satu negara yang paling terhubung secara digital, dan merupakan orang pertama yang memperkenalkan voting secara online.
[mel]
BERITA TERKAIT: