"Tidak masuk akal," kata CEO American Airlines Doug Parker kepada
CNBC.
"Saya merasa bingung, saya agak bingung, mengapa sebuah perusahaan penerbangan yang agresif bertengkar ingin mengambil saham tidak masuk akal," jelasnya seperti dimuat
The Guardian.
Sejak tahun 2015 masakapai penerbangan asal negeri Paman Sam, yakni American, Delta dan United telah mengeluhkan persaingan tidak sehat dari tiga pesaing yang berbasis di Timur Tengah, yakni Emirates, Etihad, dan Qatar Airways.
Perusahaan penerbangan Amerika menentang ekspansi saingan Arab mereka ke AS dan menyalahkan mereka karena menjaga harga secara artifisial rendah karena pemerintah mereka mensubsidi.
Menurut Parker, tawaran dari Qatar Airways mungkin berarti sikap terhadap maskapai akan berubah jika memeliki sebagian dari orang Amerika.
"Jika itu adalah motivasi mereka, itu salah arah dan tidak sesuai. Yang dilakukan adalah memperkuat tekad kami untuk mempertahankan maskapai penerbangan kami, yang akan terus kami lakukan dengan giat," jelasnya.
Parker juga mengatakan bahwa dia menemukan investasi yang diajukan Qatar Airways membingungkan, mengingat sikap yang sangat terbuka terhadap subsidi ilegal yang diterima Qatar, Emirates, dan Etihad selama bertahun-tahun dari pemerintah mereka.
[mel]
BERITA TERKAIT: