Mahasiswa itu adalah Otto Warmbier, berusia 22 tahun. Ia dikembalikan oleh Korea Utara dua pekan lalu dengan alasan bahwa ia dalam keadaan koma selama satu tahun dan bertindak berdasarkan alasan kemanusiaan.
Orang tuanya mengatakan bahwa dia telah mengalami perlakuan buruk yang menyiksa selama ditahan di Korea Utara.
Warmbier sendiri, dikabarkan BBC, dipenjara karena mencoba mencuri tanda propaganda dari sebuah hotel.
Trump mengatakan bahwa banyak hal buruk terjadi pada Warmbier.
"Setidaknya kita membawanya pulang untuk tinggal bersama orang tuanya, di mana mereka sangat senang bertemu dengannya, meskipun kondisinya sangat sulit," kata Trump.
Trump mengatakan bahwa kematian Warmbier telah memperdalam tekad pemerintahannya untuk mencegah tragedi semacam itu terjadi lagi.
"Amerika Serikat sekali lagi mengutuk kebrutalan rezim Korea Utara saat kami meratapi korban terakhirnya," jelasnya seperti dimuat
BBC.
Orangtua Warmbier, Fred dan Cindy, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa anak mereka telah meninggal pada pukul 14:20 waktu setempat pada hari Senin (19/6).
Mereka menjelaskan bahwa ketika Otto kembali ke rumah pada tanggal 13 Juni, dia tidak dapat berbicara, tidak dapat melihat dan tidak dapat bereaksi terhadap perintah lisan.
[mel]
BERITA TERKAIT: