WN AS Tewas Pasca Dilepas Korut, Trump Pertegas Kecaman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 20 Juni 2017, 14:49 WIB
WN AS Tewas Pasca Dilepas Korut, Trump Pertegas Kecaman
Warmbier (kiri) saat ditahan di Korut/BBC
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam kematian mahasiswa AS pasca dipenjara di negara tersebut selama lebih dari 15 bulan.

Mahasiswa itu adalah Otto Warmbier, berusia 22 tahun. Ia dikembalikan oleh Korea Utara dua pekan lalu dengan alasan bahwa ia dalam keadaan koma selama satu tahun dan bertindak berdasarkan alasan kemanusiaan.

Orang tuanya mengatakan bahwa dia telah mengalami perlakuan buruk yang menyiksa selama ditahan di Korea Utara.

Warmbier sendiri, dikabarkan BBC, dipenjara karena mencoba mencuri tanda propaganda dari sebuah hotel.

Trump mengatakan bahwa banyak hal buruk terjadi pada Warmbier.

"Setidaknya kita membawanya pulang untuk tinggal bersama orang tuanya, di mana mereka sangat senang bertemu dengannya, meskipun kondisinya sangat sulit," kata Trump.

Trump mengatakan bahwa kematian Warmbier telah memperdalam tekad pemerintahannya untuk mencegah tragedi semacam itu terjadi lagi.

"Amerika Serikat sekali lagi mengutuk kebrutalan rezim Korea Utara saat kami meratapi korban terakhirnya," jelasnya seperti dimuat BBC.

Orangtua Warmbier, Fred dan Cindy, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa anak mereka telah meninggal pada pukul 14:20 waktu setempat pada hari Senin (19/6).

Mereka menjelaskan bahwa ketika Otto kembali ke rumah pada tanggal 13 Juni, dia tidak dapat berbicara, tidak dapat melihat dan tidak dapat bereaksi terhadap perintah lisan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA