Menurut kepala polisi distrik Pruk Liangsukwho, ledakan itu terjadi saat tentara melakukan patroli rutin di Provinsi Pattani yang dilanda kekerasan.
"Kemungkinan pekerjaan kelompok kekerasan di daerah ini karena kawasan ini merupakan kawasan merah," kata Pruk seperti dimuat
Press TV.
"Kami masih memeriksa lokasi kejadian," tambahnya.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.
Provinsi selatan Thailand telah menjadi lokasi serangan bom dan penembakan oleh hampir setiap hari.
Tiga provinsi, yaitu Yala, Pattani, dan Narathiwat, telah menghadapi militansi sejak 2004.
Menurut Deep South Watch, yang memantau konflik tersebut, lebih dari 6.800 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam kekerasan tersebut.
Militan yang memperjuangkan otonomi yang lebih besar sering menargetkan kolaborator yang dirasakan dengan pemerintah Thailand.
[mel]
BERITA TERKAIT: