Hal itu disampaikan Havas saat menghadiri Kelantan Day di Hotel Four Points by Sheraton, Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
Havas menilai posisi geografis Kelantan yang berbatasan langsung dengan Thailand Selatan menjadikannya sangat potensial sebagai hub regional baru.
Letak strategis ini dinilai mampu mengubah Kelantan menjadi gerbang ideal sekaligus pusat transit utama yang menghubungkan pergerakan wisatawan, pelaku usaha, hingga masyarakat lintas negara antara Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
“Jadi, ini berarti Kelantan dapat menjadi pusat regional di bagian Thailand dan Malaysia tersebut, sehingga akan menjadi magnet bagi berbagai orang di wilayah itu untuk datang ke Jakarta dan sebaliknya. Jadi saya pikir ini adalah sesuatu yang saya yakini akan memiliki makna strategis yang sangat besar di masa depan," ujarnya.
Havas mengatakan, direct flight Kota Bharu-Jakarta yang beroperasi mulai 16 Juni 2026 itu diyakini akan mempercepat pertumbuhan pariwisata, memperkuat industri halal, meningkatkan investasi lintas batas, serta mempererat hubungan antarmasyarakat di kawasan.
Ia bahkan membuka peluang ekspansi rute ke Surabaya atau Bali apabila jalur awal ini menunjukkan perkembangan positif.
“Semoga ini akan semakin memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Kelantan dan berbagai provinsi di Indonesia," kata Havas.
Layanan penerbangan langsung (direct flight) menuju Kelantan dijadwalkan beroperasi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu, sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas udara antara Indonesia dan Malaysia.
Menggunakan armada Airbus A320 yang dioperasikan maskapai AirAsia, rute ini akan menghubungkan Bandara Sultan Ismail Petra di Kota Bharu, Kelantan, dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.
BERITA TERKAIT: