Hubungan Arab Saudi Dan Turki Ikut Memburuk Pasca Krisis Diplomatik Qatar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 19 Juni 2017, 16:38 WIB
Hubungan Arab Saudi Dan Turki Ikut Memburuk Pasca Krisis Diplomatik Qatar
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Raja Saudi Salman/Press TV
rmol news logo Hubungan antara Arab Saudi dan Turki telah mulai memburuk menyusul krisis diplomatik yang terjadi di Qatar.

Pasalnya, Riyadh memimpin blokade di Qatar, sedangkan Ankara mengirim pasukan ke negara kecil tersebut.

Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni, yang secara resmi menuduh Doha mendukung terorisme dan mendestabilisasi wilayah tersebut, tuduhan yang dengan tegas ditolak oleh Qatar.

Turki pada awalnya bersikap netral dalam perselisihan namun segera menjadi lebih tegas dalam mendukung Doha. Pada tanggal 7 Juni, parlemen Turki menyetujui pengerahan pasukan ke sebuah pangkalan militer Turki di Qatar.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tiba di Arab Saudi pada hari Jumat pekan lalu dalam upaya untuk meredakan krisis diplomatik yang berkembang di kawasan Teluk Persia, namun kunjungan tersebut membuka celah mereka yang menganga.

Pada hari Sabtu, Arab Saudi mengatakan sebuah pangkalan militer Turki tidak akan diterima di tanah kerajaan setelah Ankara menawarkan untuk membangun fasilitas semacam itu.

"Arab Saudi tidak dapat membiarkan Turki membangun pangkalan militer di wilayahnya," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh badan resmi Saudi Press Agency.

Pengumuman tersebut dibuat sebagai tanggapan atas ucapan Erdogan, yang mengatakan bahwa dia telah menawarkan untuk membangun sebuah pangkalan di Arab Saudi dengan gagasan yang sama seperti basis militer Turki di Qatar. Erdogan mengatakan Raja Salman setuju untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Demikian seperti dimuat Press TV. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA