Tak Percaya Qatar, UEA: Butuh Pemantauan Barat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 17 Juni 2017, 19:58 WIB
Tak Percaya Qatar, UEA: Butuh Pemantauan Barat
Ilustrasi/Net
rmol news logo Uni Emirat Arab mengatakan bahwa sebuah mekanisme pemantauan barat akan dibutuhkan untuk memaksa Qatar mematuhi kesepakatan untuk mengakhiri dugaan dukungannya terhadap terorisme.

Anwar Gargash, menteri luar negeri UEA, mengatakan bahwa sekutu-sekutunya di Arab Saudi, Mesir dan Bahrain tidak mempercayai Qatar saat berbicara di London dalam sebuah kunjungan yang bertujuan untuk mengumpulkan dukungan diplomatik untuk embargo tersebut.

"Ini tentang perubahan perilaku," kata Gargash seperti dimuat The Guardian.

"Jika kita mendapatkan sinyal strategis yang jelas bahwa Qatar akan berubah dan akan menghentikan pendanaan militan Islam yang keras yang menjadi dasar diskusi, namun kita memerlukan sebuah sistem pemantauan," sambungnya.

"Kami tidak mempercayai mereka. Ada kepercayaan nol, tapi kami butuh sistem pemantauan dan kami butuh teman-teman barat kami untuk berperan dalam hal ini," tekannya.

Ia mengatakan bahwa pemantauan tersebut bertujuan untuk memastikan Qatar tidak lagi mendanai ekstremisme, menahan ekstrimis di Doha, atau memberikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin, Hamas dan al-Qaida.

Qatar sendiri kerap membantah mendukung kelompok tersebut.

Berbagai negara - termasuk Prancis, Inggris, Kuwait dan Turki telah berusaha untuk bertindak sebagai mediator, namun belum ada hasil signifikan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA