Para pelaku melancarkan serangan dan melakukan aksi bunuh diri di parlemen dan kawasan makam pemimpin revolusi Islam Ayatollah Khomeini.
Dalam sebuah wawancara di TV pemerintah, Reza Seifollahi, wakil kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan bahwa penyerang telah bergabung dengan ISIS dari sejumlah daerah di dalam Iran.
ISIS di sisi lain juga mengklaim serangan tersebut.
Sementara itu Garda Revolusi Iran berjanji untuk melakukan pembalasan dendam atas pertmpahan darah yang terjadi.
"Aksi terorisme, terjadi satu pekan setelah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan pemimpin-pemimpin kawasan dan salah satu pemerintah reaksioner di kawasan itu (Arab Saudi), menunjukkan bahwa mereka terlibat dalam tindakan biadab ini," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dimuat
Press TV.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: