"Bahkan jika seseorang berpikir secara berbeda, kita harus sangat tulus memikirkan apa yang masing-masing pikirkan," kata Paus Francis dalam sebuah konferensi pers di hadarapan para wartawan di dalam penerbangan pulang dari Portugal.
"Topik akan muncul dalam percakapan kami, saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan dan dia akan mengatakan apa yang dia pikirkan, tapi saya tidak pernah ingin membuat keputusan tanpa terlebih dahulu mendengarkannya," sambung Paus.
Untuk diketahui bahwa Paus dijadwalkan untuk bertemu dengan Trump akhir Mei mendatang. Ini adalah pertemuan pertama keduanya.
Sejumlah pengamat menilai bahwa pertemuan Paus dengan Trump bisa berpotensi canggung mengingat posisi mereka yang bertentangan secara diam-diam terhadap imigrasi, pengungsi dan perubahan iklim.
Tahun lalu, sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang pandangan Trump sebagai capres tentang imigrasi dan niatnya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko, Paus mengatakan bahwa seorang pria dengan pandangan seperti itu bukanlah orang Kristen.
[mel]
BERITA TERKAIT: