Hal itu disampaikan Nasrallah dalam sebuah pidato di televisi (Kamis, 11/5). Ia menyebut bahwa kelompok tersebut telah membongkar semua posisi militernya di sepanjang perbatasan timur Lebanon dengan Suriah, dan wilayah ini sekarang akan dipatroli hanya oleh tentara Lebanon.
Hizbullah, sekutu Teheran dan Damaskus, telah berjuang bertahun-tahun dalam konflik Suriah melawan sejumlah pemberontak dan pejuang Islam Sunni.
Konflik Suriah juga menjadi arena dimana ketegangan antara Israel dan Hizbullah telah meningkat. Serangan Israel baru-baru ini terhadap sasaran Hizbullah di Suriah tampaknya menandai sikap yang lebih tegas terhadap kelompok tersebut.
Kedua kubu sendiri diketahui terakhir bertempur di tahun 2006.
Namun demikian Nasrallah mengecilkan prospek konflik lain yang akan terjadi, namun memperingatkan hal itu dapat terjadi di wilayah Israel.
Menurutnya, Israel takut dan khawatir akan adanya konfrontasi di masa depan.
Sejak perang 2006, Nasrallah sering menggunakan pidatonya untuk menyoroti kemampuan militer kelompok tersebut dalam konflik potensial di masa depan dengan Israel, dalam apa yang para ahli lihat sebagai kebijakan pencegahan yang dihitung.
Sementara Israel bertekad untuk menghentikan Hizbullah, yang dianggapnya sebagai ancaman strategis utama di perbatasannya, dari menggunakan perannya dalam perang Suriah untuk mendapatkan senjata dan pengalaman yang pada akhirnya dapat membahayakan Israel. Demikian seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: