Moon mengambil sumpah jabatannya di gedung Majelis Nasional Seoul sehari setelah kemenangannya dalam pemilu.
Dalam pidato pertamanya sebagai presiden ia bersumpah untuk menangani ekonomi dan hubungan dengan Korea Utara.
Moon menekankan bahwa ia bahkan bersedia mengunjungi Pyongyang dalam situasi yang tepat.
"Jika dibutuhkan, saya akan segera terbang ke Washington," katanya.
"Saya juga akan pergi ke Beijing dan Tokyo dan bahkan Pyongyang dalam situasi yang tepat," jelas Moon.
Mantan pengacara hak asasi manusia dan anak pengungsi Korea Utara dikenal karena pandangan liberalnya.
Ketegangan di semenanjung Korea tetap tinggi dan beberapa pekan terakhir telah melihat retorika perdagangan AS dan Pyongyang marah karena spekulasi tentang uji coba nuklir lainnya tumbuh.
Moon juga telah berjanji untuk menyatukan sebuah negara yang terbagi dari skandal korupsi yang melihat pendahulunya, Park Geun-hye, dipecat.
Dalam pidato peresmiannya, Moon mengatakan bahwa dia akan melakukan semua yang saya bisa untuk membangun perdamaian di semenanjung Korea.
Dia menambahkan bahwa dia akan memiliki perundingan serius dengan AS dan China mengenai penyebaran sistem rudal anti-rudal Thaad yang kontroversial.
[mel]
BERITA TERKAIT: