Aturan baru itu dibuat menyusul insiden yang terjadi beberapa pekan lalu di mana seorang pria diseret secara paksa dari dalam pewasat United karena menolak menyerahkan kursinya pada pegawai United di penerbangan yang penuh.
Insiden tersebut menyebabkan kemarahan dan kecaman yang meluas atas maskapai ini, terutama setelah video penyeretan tersebut viral di media sosial.
Pihak United sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden penyeretan tersebut dan berjanji untuk memperbaiki layanan.
Salah satu tindaklanjut dari insiden itu adalah dikeluarkannya peraturan baru, antara lain adalah kompensasi hingga 10 ribu dolar AS bagi mereka yang mau secara sukarela menyerahkan kursi pada staff United di penerbangan yang penuh, tidak ada lagi penggunaan pasukan dalam memaksa penumpang keluar kecuali dalam keadaan yang mengancam keamanan, kursi penumpang tidak akan diambil tanpa izin, kru Unites yang hendak terbang diwajibkan untuk memesan maksimal 60 menit sebelum penerbangan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: