Cheurfi diketahui menggunakan senapan Kalashnikov untuk membunuh petugas polisi tersebut dengan dua peluru ke kepala sebelum akhirnya tewas ditembak.
Jaksa Perancis menyebut bahwa Cheurfi merupakan orang dengan serangkaian catatan kriminal.
Cheurfi yang lahir di pinggiran Livry-Gargan Perancis pada tahun 1977 pernah dipenjara empat kali karena percobaan pembunuhan, kekerasan dan pencurian.
Pada bulan April 2001, saat mengemudikan mobil curian, dia menembaki dan melukai dua orang yang telah mengejarnya, salah satunya adalah petugas polisi yang mengenakan pakaian polos.
Ia terakhir muncul dari penjara pada bulan Oktober 2015 dan tinggal di pinggiran timur Chelles.
Insiden penembakan terbaru terjadi padaamis malam pekan ini. Ia mengemudikan Audi ke daerah Champs Elysees dan melaju ke sebuah bus polisi yang diparkir di jalan. Ia keluar dari mobil dan melepaskan tembakan ke jendela pengemudi bus dan menewaskan seorang perwira polisi di dalamnya.
Cheurfi kemudian berkeliling bus dan menembaki dua petugas polisi yang ditempatkan di luar kantor turis Turki. Keduanya terluka.
Petugas yang lain pun akhirnya melepaskan tembakan dan pelaku tewas di tempat.
BBC mengabarkan bahwa ditemukan catatan terkait dengan kelompok militas ISIS di dekat jasadnya. Namun polisi masih menyelidiki hal ini lebih lanjut. Namun pengacaranya menggambarkannya sebagai orang yang rapuh secara psikologis. Sedangkan tetangganya mengatakan bahwa Cheurfi tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada agama.
[mel]
BERITA TERKAIT: