Warga Nikaragua khawatir, pembangunan kanal yang dirancang akan lebih panjang dari Terusan Panama yang telah ada akan memberikan lebih banyak dampak lingkungan.
Kebanyakan di antara pengunjuk rasa adalah petani yang tanahnya tergusur akibat pembangunan kanal. Mereka menuduh Presiden Daniel Ortega menjual Nikaragua kepada Tiongkok.
Perlu diketahui bahwa skema pembangunan kanal senilai 50 miliar dolar AS itu dibangun oleh perusahaan Tiongkok.
Proyek pembangunan kanal itu dimulai sejak awal Desember lalu dan rencannya akan selesai dalam lima tahun ke depan.
BBC (Minggu, 14/6) mengabarkan bahwa pemerintah Nikaragua mengklaim bahwa kanal tersebut akan membawa investasi lebih penting untuk salah satu negara termiskin di Amerika Tengah itu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: