Kesepakatan itu dibuat dalam pertemuan keduanya di Riyadh pada Selasa (3/3).
Proyek pengembangan reaktor SMART dan komersialisasi teknologi dalam rangka bersama-sama measuki pasar global itu sendiri diperkirakan akan menelan dana sekitar 2 miliar dolar AS. Reaktor SMART, yang dirancang oleh Korea Atomic Energy Research Institute, dikembangkan untuk menargetkan negara-negara Timur Tengah karena menghasilkan tenaga listrik dan juga desalinates air laut.
Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua negara ditetapkan untuk melakukan kajian awal selama tiga tahun pada 2018 untuk meninjau kelayakan membangun reaktor SMART di Arab Saudi.
"Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam proyek reaktor nuklir Arab Saudi," kata sekretaris senior pemerintahan Park Geun Hye, An Chong-bum seperti dimuat
AsiaOne.
Dalam lawatan resmi Park ke Arab Saudi itu, selain isu energi atom, ia juga membahas sejumlah isu lainnya dengan Raja Salman demi meningkatkan hubungan baik kedua negara. Di antara isu-isu yang dibahas adalah soal kerjasama di bidang energi, ekonomi kreatif, investasi, jasa medis, dan teknologi informasi.
Kedua pimpinan negara itu juga bertukar pandangan soal masalah keamanan global dan sepakat untuk bekerjasama membawa perdamaian di Semenanjung Korea dan Timur Tengah. Perlu diketahui, Arab Saudi adalah sekutu Korea Selatan yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara.
Arab Saudi merupakan negara kedua yang dia sambangi dalam rangkaian turnya ke Timur Tengah kali ini setelah sebelumnya Park menghabiskan empat hari di Kuwait. Dalam agendanya, Park masih akan mengunjungi Unie EMirat Arab dan Qatar.
[mel]
BERITA TERKAIT: