Sugiono: Palestina Jadi Pengingat Diplomasi Tak Boleh Kehilangan Nurani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 14 Januari 2026, 19:25 WIB
Sugiono: Palestina Jadi Pengingat Diplomasi Tak Boleh Kehilangan Nurani
Menlu Sugiono (Foto: YouTube Kemlu RI)
rmol news logo Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa isu Palestina merupakan pengingat penting bahwa diplomasi tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai kemanusiaan dan nurani. 

"Bagi saya pribadi, Palestina menjadi pengingat bahwa diplomasi tidak boleh kehilangan nuraninya," ucapnya dalam Pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Sugiono menekankan bahwa diplomasi Indonesia akan selalu hadir, dengan prinsip dan keberanian, dalam setiap langkah menuju Palestina yang damai dan merdeka. 

Dikatakan Menlu, Indonesia berperan aktif dalam pembahasan International Stabilization Force atau ISF, sebagai langkah transisional untuk memastikan gencatan senjata permanen dan membuka akses bagi bantuan kemanusiaan Gaza.

Meski demikian, Sugiono menegaskan bahwa ISF hanya bersifat sementara. Tujuan utama tetaplah tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan melalui Solusi Dua Negara.

“Namun ISF ini merupakan instrumen sementara; perdamaian melalui Solusi Dua Negara tetap merupakan tujuan akhir,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sugiono menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar sikap politik luar negeri, melainkan amanat konstitusi yang harus diperjuangkan secara konsisten.

“Karena bagi Indonesia, kemerdekaan dan kedaulatan Palestina adalah bagian dari amanat konstitusi yang harus kita perjuangkan,” tegasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA