Pasalya, wabah diare yang mematikan tengah menyerang peternakan babi di Amerika Serikat sejak awal tahun ini.
Kendati masih ada sejumlah swalayan dan penjual yang menjajakan daing babi, namun harganya menjadi amat mahal karena peternak babi perlu membuatnya menjadi lebih gemuk demi mencegah hewan ternaknya terjangkit wabah diare.
Menurut
Bloomberg (Sabtu, 22/11), sejak bulan Oktober saja harga daging babi mencapai 3,4 dolar AS per setengah kilogram.
Diperkirakan, menjelang beberapa hari besar di akhir tahun ini, harganya bisa melambung mencapai 7,6 dolar AS per setengah kilogram.
Ironisnya, tingginya biaya daging babi juga telah mendorong kenaikan harga daging lain yang digunakan sebagai penggantinya.
[mel]
BERITA TERKAIT: