Jelang Thanksgiving dan Natal, Daging Babi Langka di AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Sabtu, 22 November 2014, 14:31 WIB
Jelang Thanksgiving dan Natal, Daging Babi Langka di AS
ilustrasi natal/net
rmol news logo Daging babi menjadi bahan pangan yang sulit ditemukan di pasar Amerika Serikat jelang perayaan Thanksgiving akhir November ini dan Natal pada bulan Desember.

Pasalya, wabah diare yang mematikan tengah menyerang peternakan babi di Amerika Serikat sejak awal tahun ini.

Kendati masih ada sejumlah swalayan dan penjual yang menjajakan daing babi, namun harganya menjadi amat mahal karena peternak babi perlu membuatnya menjadi lebih gemuk demi mencegah hewan ternaknya terjangkit wabah diare.

Menurut Bloomberg (Sabtu, 22/11), sejak bulan Oktober saja harga daging babi mencapai 3,4 dolar AS per setengah kilogram.

Diperkirakan, menjelang beberapa hari besar di akhir tahun ini, harganya bisa melambung mencapai 7,6 dolar AS per setengah kilogram.

Ironisnya, tingginya biaya daging babi juga telah mendorong kenaikan harga daging lain yang digunakan sebagai penggantinya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA