Dikutip dari
CNBC International, indeks S&P/ASX 200 di Australia turun sekitar 0,3 persen pada awal perdagangan.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok sekitar 2 persen, sementara indeks yang lebih luas, TOPIX, melemah 1,4 persen. Saham perusahaan otomotif Honda Motor menjadi salah satu penekan terbesar setelah perusahaan itu memperkirakan akan mencatat kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun.
Tekanan juga terjadi di Korea Selatan. Indeks Kospi turun hampir 3 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melemah hampir 2 persen.
Di Hong Kong, kontrak berjangka menunjukkan indeks Hang Seng Index berpotensi dibuka lebih rendah, dengan level indikatif sekitar 25.467 dibanding penutupan sebelumnya di 25.716,76.
Lonjakan harga minyak menjadi pemicu utama gejolak pasar. Harga minyak global melonjak lebih dari 9 persen pada perdagangan sebelumnya. Minyak mentah Brent ditutup di atas 100 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati 96 dolar AS per barel.
Ketegangan meningkat setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup dan Teheran siap membuka front perang baru jika konflik terus berlanjut. Situasi ini membuat investor khawatir pasokan energi global akan terganggu dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dunia.
BERITA TERKAIT: