Hal ini lantaran pusat layanan yang telah ada di ibukota, Monrovia, kewalahan menerima pasien yang membludak.
Dikabarkan
Associated Press (AP), jurubicara Menteri Kesehatan Liberia, Tolbert Nyenswah, pada Sabtu (16/8) mengatakan bahwa pusat pertama hanya dimaksudkan untuk mengobati 25 orang. Namun saat ini, di sana menampung sekitar 80 pasien.
Oleh karena itu, tambah Nyenswah, pusat layanan Ebola kedua, yang tidak dijelaskan lokasinya, akan menampung sekitar 120 pasien, meski diprediksi akan menerima tiga kali lipat dari kuota karena wabah yang terus menyerang negara Afrika Barat itu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memperingatkan bahwa wabah Ebola bisa berlangsung hingga enam bulan.
[wid]
BERITA TERKAIT: