
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah bertolak ke Belanda, pada Rabu (23/7), untuk menemui Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Keduanya bertemu untuk membicarakan kasus pesawat penumpang Malaysian Airlines yang ditembak jatuh di Ukraina timur.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir
Voanews (Sabtu, 26/7), Najib Razak mengatakan akan secara spesifik menawarkan bantuan dokter bedah mayat dari Malaysia untuk mempercepat proses mengenali mayat panumpang pesawat itu.
Kedua, Razak akan membahas mengenai akses penuh ke lokasi jatuhnya pesawat. Selain itu, perdana menteri juga akan mengunjungi balai forensik (kedokteran kehakiman) yang mengurus korban.
Pesawat Malaysian Airlines MH 17 jatuh ditembak pada tanggal 17 Juli di wilayah berkonflik di Ukraina. Insiden ini menewaskan 298 orang, 43 warga Malaysia dan 12 orang dari Indonesia.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: