"Mereka yang tidak mematuhi instruksi akan membahayakan nyawa dan kehidupan keluarga mereka. Hati-hati!" tulis selebaran yang disebar di kota yang terletak di perbatasan Israel dan Jalur Gaza tersebut, sebagaimana dikutip Reuters (Minggu, 13/7).
Beit Lahiya merupakan sebuah kota di utara Jalur Gaza yang dihuni sedikitnya 70 ribu warga Palestina. Tiga dari 10 permukiman yang ada sudah diinstruksikan untuk bergerak ke arah selatan atau lebih dalam lagi menuju jantung wilayah Jalur Gaza, sebelum pukul 00.00 waktu setempat.
Namun begitu, Kementerian Dalam Negeri Gaza, dalam sebuah pernyataan di radio Hamas, menolak peringatan Israel tersebut dan menanggap peringatan itu sebagai "perang psikologis" . Kemendagri bahkan memerintahkan mereka yang meninggalkan rumah untuk kembali.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mengklaim bahwa konflik yang telah sepekan memanas ini menewaskan sedikitnya 160 warga Palestina, termasuk sekitar 135 warga sipil yang 30 diantaranya adalah anak-anak dan lebih dari 1.000 orang terluka.
[ian]
BERITA TERKAIT: