Kapal tersebut diketahui karam ketika tengah mengangkut 475 penumpang dari pelabuhan Incheon menuju pulau Jeju pada Rabu pagi (16/4). 179 orang di antaranya telah berhasil diselamatkan, 9 orang dipastikan tewas, sementara lainnya masih belum diketahui. Tim penyelamat khawatir bila penumpang lainnya masih terperangkap di dalam kapal.
Otoritas setempat menyebut bahwa pencarian hari ini akan dimaksimalkan dengan mengerahkan 555 angkatan laut, penjaga pantai, serta tim penyelam untuk menyisir kapal dan mencari penumpang lainnya.
Menteri Keamanan dan Administrasi Publik Korea Selatan, Kang Byung-kyu menyebut bahwa kondisi perairan selama operasi pencarian pada Rabu malam kurang bersahabat.
"Kami melakukan pencarian di bawah air lima kali di tengah malam hingga pagi. Namun arus yang kuat dan air kerus menimbulkan hambatan yang luar biasa," jelas Kang seperti dilansir media Korea Selatan
Yonhap.
Kang menjelaskan bahwa sebanyak 169 kapal dan 29 pesawat telah dikerahkan untuk membantu operasi pencarian di sekitar kapal. Sementara itu dua kapal derek juga telah dikirimkan ke tempat kejadian dan diprediksi akan tiba pada hari Jumat besok.
Belum diketahui pasti penyebab karamnya kapal itu. Kapal diketahui karam setelah mengirimkan sinyal marabahaya. Korban yang selamat menyebut sempat mendengar suara ledakan sebelum akhirnya kapal mulai miring dan akhirnya tenggelam. Sementara para akhir menyebut bahwa kapal bisa saja menabrak batu besar di bawah air.
[mel]
BERITA TERKAIT: