"Sayangnya, praktik yang salah dari NIS (National Intelligence Service) dan (adanya) lubang dalam sistem manajemennya telah terungkap. Saya meminta maaf karena telah menyebabkan keprihatinan kepada masayarakat," kata Park dalam pertemuan kabinet hari ini (Selasa, 15/4).
Untuk diketahui, kemarin (Senin, 14/4), jaksa mendakwa dua pejabat NIS atau Badan Intelejen Nasional Korea Selatan karena diduga terlibat dalam skandal pemalsuan barang bukti.
Sebelumnya Direktur NIS Nam Jae-joon juga telah mengeluarkan permintaan maaf atas skandal tersebut.
"NIS harus melakukan upaya untuk merombak dirinya untuk memastikan insiden semacam ini tidak akan terulang. Jika ada terjadi kasus yang menyebakan hilangnya kepercayaan rakyat lagi, saya akan mengambil langkah-langkah kuat untuk meminta pertanggungjawabannya," tegas Park seperti dilansir media Korea Selatan
Yonhap.
Skandal pemalsuan barang bukti tersebut terjadi dalam kasus yang menimpa mantan pejabat pemerintahan kota Seoul Yoo Woo-seong yang dituduh telah menyerahkan informasi rahasia kepada 200 pembelot Korea Utara di Pyongyang.
Namun pengadilan setempat kemudian menemukan sejumlah dokumen palsu dalam penyeldikan kasus tersebut, termasuk di antaranya adalah catatam migrasi China terkait kunjungan Yoo ke Korea Utara.
[mel]
BERITA TERKAIT: