Presiden Korsel Minta Maaf Agen Intelijennya Palsukan Barang Bukti

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 15 April 2014, 17:23 WIB
Presiden Korsel Minta Maaf Agen Intelijennya Palsukan Barang Bukti
park geun-hye/yonhap
rmol news logo Presiden Korea Selatan Park Geun-hye meminta maaf atas dugaan pemalsuan barang bukti yang digunakan oleh seorang agen mata-matanya untuk mendakwa seorang pembelot Korea Utara dengan tuduhan aksi spionase.

"Sayangnya, praktik yang salah dari NIS (National Intelligence Service) dan (adanya) lubang dalam sistem manajemennya telah terungkap. Saya meminta maaf karena telah menyebabkan keprihatinan kepada masayarakat," kata Park dalam pertemuan kabinet hari ini (Selasa, 15/4).

Untuk diketahui, kemarin (Senin, 14/4), jaksa mendakwa dua pejabat NIS atau Badan Intelejen Nasional Korea Selatan karena diduga terlibat dalam skandal pemalsuan barang bukti.

Sebelumnya Direktur NIS Nam Jae-joon juga telah mengeluarkan permintaan maaf atas skandal tersebut.

"NIS harus melakukan upaya untuk merombak dirinya untuk memastikan insiden semacam ini tidak akan terulang. Jika ada terjadi kasus yang menyebakan hilangnya kepercayaan rakyat lagi, saya akan mengambil langkah-langkah kuat untuk meminta pertanggungjawabannya," tegas Park seperti dilansir media Korea Selatan Yonhap.

Skandal pemalsuan barang bukti tersebut terjadi dalam kasus yang menimpa mantan pejabat pemerintahan kota Seoul Yoo Woo-seong yang dituduh telah menyerahkan informasi rahasia kepada 200 pembelot Korea Utara di Pyongyang.  

Namun pengadilan setempat kemudian menemukan sejumlah dokumen palsu dalam penyeldikan kasus tersebut, termasuk di antaranya adalah catatam migrasi China terkait kunjungan Yoo ke Korea Utara. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA