Hal tersebut dikonfirmasi oleh pemerintah Chili ketika mengabarkan perkembangan yang terjadi pasca gempa melanda negara produsen tembaga nomor satu dunia itu pada Rabu (2/4).
Akibat kejadian tersebut, lebih dari 2.600 rumah rusak dan ratusan kapal nelayan di sepanjang pantai utara hancur terkena gelombang.
Sebanyak 900 ribu warga Chili yang tinggal di pesisir sepanjang pantai utara sebelumnya telah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Namun pasca bencana terjadi, sebagian dari mereka kembali ke rumah untuk mengetahui keadaan serta mencari barang berharga mereka yang tertimbun di reruntuhan.
Sementara itu, seperti dilansir
Reuters, bencana gempa yang terjadi secara umum tidak memberikan dampak yang signifikan bagi aktifitas produksi tambang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: