Gempa yang Lebih Besar Masih Mengintai Chili

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 02 April 2014, 17:28 WIB
Gempa yang Lebih Besar Masih Mengintai Chili
Gempa Chili/bbc
rmol news logo Gempa berkekuatan 8.2 skala richter yang menimpa Chili pada Selasa malam (1/4) dapat diketgorikan sebagai gempa besar, namun bukan yang paling besar.

Pakar geofisika memperkirakan bahwa gempa dengan kekuatan lebih besar tengah mengintai negara tersebut.

"Gempa berkekuatan 8.2 skala richter bukanlah gempa besar uang kita prediksikan di wilayah ini," kata pakar geofisika di Caltech Pasadena California Mark Simons pada Rabu (2/4).

"Kami memperkirakan adanya potensi gempa yang lebih besar," lanjutnya.

Gempa yang lebih besar tersebut, jelas Simons, belum dapat dipastikan kapan akan terjadi. Bisa saja terjadi besok, tapi bisa juga 50 tahun mendatang.

"Kami tidak tahu kapan (gempa) akan muncul," katanya.

Simons menjelaskan bahwa Chili terletak di busur gunung berapi dan garis patahan yang mengelilingi Samudera Pasifik yang juga dikenal sebagai "cincin api". Hal itulah yang menyababkan daerah tersebut kerap terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Chili sendiri sejak tahun 1973 telah mengalami sejumlah gempa bumi dengan kekuataan rata-rata 7.0 skala richter.

Pada tahun 2010 lalu, Chili juga dilanda gempa bumi berkekuatan 8.8 skala richter yang mengakibatkan lebih dari 500 orang tewas.

Simons menyebut bahwa gempa bumi yang terjadi pada Selasa malam kemarin menarik karena garis patahan sepanjang pantai utara Chili terus menerus bergeser selama 140 tahun terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, area tersebut telah menunjukkan aktivitas kegempaan dengan 50 hingga 100 gempa kecil yang terjadi.

Gempa terbaru sebelum gempa Selasa malam kemarin terjadi pada bulan lalu dengan kekuatan 6.7 dan 6.1 skala richter.

Ketika gempa terjadi, jelas Simons, biasanya muncul patahan di permukaan. Kedua sisi patahan yang saling menyelinap satu sama lain berpotensi menimbulkan bencana yang lebih besar.

Namun pada gempa kemarin, Simon menyebut tidak ada patahan di permukaan. Sehingga area tresebut masih merupakan area yang belum pernah pecah sejak 140 tahun terakhir.

Simons mengingatkan bahwa hal tersebut masih bisa terjadi sewaktu-waktu dan dapat memicu gempa yang lebih besar dengan kekuatan 8.8 hingga 8.9 skala richter.

"(Namun) mungkin tidak terjadi selama bertahun-tahun," tandasnya seperti dikabarkan CNN. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA