Keputusan tersebut dibuat pada Selasa (1/4) setelah Menteri Luar Negeri dari 28 negara anggota NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat menggelar pertemuan di markas besar NATO di Brussel Belgia.
Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menyebut bahwa tindakan Rusia tersebut membuat bisnis yang dijalani tidak bisa dijalankan seperti biasa.
"Jadi hari ini, kami menangguhkan seluruh praktik kerjasama dengan Rusia, militer dan sipil," tegasnya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier menyebut bahwa hubungan NATO dengan Rusia ke depannya antara lain bergantung pada sikap Rusia, apakah akan menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina atau tidak.
Selain membentuk sikap untuk menghadapi Rusia, dalam pertemuan tersebut seluruh anggota NATO sepakat memerintahkan para perencana militer untuk menyusun langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat pertahanan NATO.
Para menteri luar negeri juga sepakat untuk menopang kepercayaan negara-negara anggota di kawasan Eropa Timur. Mereka meyakinkan negara-negara sekutu di kawasan tersebut bahwa NATO siap membela mereka jika terjadi sesuatu. Hal tersebut akan disusul dengan pengiriman tentara dan peralatan, serta pengadaan latihan bagi negara-negara sekutu di Eropa Timur.
Perencana militer NATO akan memberikan proposal rinci mengenai langkah tersebut dalam beberapa minggu ke depan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyebut bahwa sikap NATO tersebut diambil untuk meredakan serta membuka jalur diplomatik bagi penyelesaian krisis.
"Pada saat yang sama, ini penting bagi setiap orang di dunia untuk memahami persekutuan NATO mengambil tindakan serius dalam upaya untuk mengubah penggunaan pasukan di perbatasan," kata Kerry seperti dilansir
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: