Kedatangan Kerry adalah untuk memastikan pada Israel agar perundingan damai antara Israel dan Palestina yang telah dibuat sejak pertengahan tahun lalu tidak berhenti di jalan.
Ancaman gagalnya perundingan damai tersebut muncul setelah Israel menolak membebaskan 26 tahanan Palestina yang sebelumnya telah disepakati dalam perjanjian.
Perselisihan tersebut muncul setelah Israel menolak membebaskan 26
tahanan Palestina. Israel baru akan membebaskan para tahanan bila
Palestina bersedia memperluas cakupan negosiasi.
Namun Palestina menolak memperluas negosiasi kecuali Israel membebaskan terlebih dahulu para tahanan tersebut.
Palestina menyebut bahwa tindakan Israel tersebut merupakan bentuk pemerasan. Palestina juga mengancaman akan mengakhiri perundingan damai bila Israel tidak kembali pada kesepakatan yang telah dibuat.
Seperti dilansir
Al Jazeera, Kerry menekankan agar kedua belah pihak dapat mengakhiri perselihan tersebut karena akan mengancam perundingan damai yang diinisiasi oleh Amerika Serikat itu.
Perundingan damai tersebut akan menghadapi tenggat waktu 29 April mendatang. Selama batas waktu tersebut, Israel harus udah melepaskan sejumlah tahanan Palestina sebagaimana telah disekapati sebelumnya. Bila berjalan baik, maka pasca 29 April, perundingan damai dapat diperpanjang atau diperbaharui. Namun bila tidak berjalan dengan baik, maka perundingan damai akan terhenti dan hubungan kedua negara masih belum menemukan solusi damai.
[mel]
BERITA TERKAIT: