Lukisan karya seniman Venesia Francesco Guardi berjudul "Palace Stairs" tersebut dijarah oleh Nazi dari Museum Nasional Polandia pada tahun 1939, tak lama setelah Jerman melakukan invasi.
Pasca Perang Dunia II, lukisan itu disimpan di University of Heidelberg dan kemudian diserahkan ke ke Galeri Negara Baden-Wuerttemberg.
Namun pada akhir tahun 1990an, lukisan tersebut baru diketahui milik Polandia.
"Lukisan ini telah melakukan pengembaraan panjang," kata Steinmeier seperti dilansir
BBC.
"(Lukisan mewakili) sejarah rumit yang menghubungkan kedua negara kita," lanjutnya dalam upacara penyerahan.
Perbedaan politik antara kedua negara, terutama menganai barang-barang seni yang hilang selama perang, telah menghambat pembicaraan serta kesepakatan atas pengembalian barang peninggalan sejarah.
Di satu sisi Polandia masih mencari ribuan artefaknya yang hilang dan dijarah Nazi semasa perang. Di sisi lain, Jerman juga telah sejak lama berupaya mengembalikan sekitar 300 ribu dokumen karya seni berharga miliknya yang berada di Polandia. Dokumen berharga yang dimaksud berbentuk buku, gambar, serta manuskrip.
Di antara dokumen berharga Jerman tersebut adalah tulisan tangan serta manuskrip sejumlah seniman besar seperti Mozard, Beethoven, dan Bach. Dokumen-dokumen tersebut dibawa Nazi ke Polandia semasa perang untuk diamankan dari kerusakan.
Namun pasca mundurnya pasukan Jerman, dokumen-dokumen tersebut banyak yang tertinggal di Polandia. Saat ini, sebagian besar dokumen karya seni itu di simpan di Jagiellonian University Krakow Polandia.
Oleh karena itu, melalui pengembalian "Palace Stairs" itu Jerman berharap dapat menghidupkan kembali pembicaraan antara kedua negara mengenai artefak budaya serta karya seni peninggalan sejarah.
[mel]
BERITA TERKAIT: