Kedua pemimpin negara tersebut membahas krisis sosial dan politik yang tengah terjadi di Ukraina serta kemungkinan skenario yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut.
Menurut keterangan yang dikeluarkan Rusia, dijelaskan bahwa dalam pembicaraan selama sekitar satu jam itu Putin menyoroti mengenai adanya tindakan yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis untuk melakukan intimidasi terhadap warga sipil, instansi pemerintah serta penegak hukum di Kiev dan daerah lainnya di Ukraina.
Dalam konteks ini, Putin mengusulkan pada Obama untuk mempertimbangkan adanya kemungkinan langkah bagi masyarakat internasional untuk membantu stabilisasi dan penyelesaian atas situasi tersebut.
Sementara itu, menurut keterangan dari Gedung Putih, pembicaraan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang diajukan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Hague awal pekan ini terkait kemungkinan adanya solusi diplomatik untuk menyelesaikan masalah di Ukraina.
Kedua pemimpin negara tersebut, seperti dilansir
Russia Today, sepakat bahwa kerjasama tersebut akan dibahas oleh para menteri luar negeri kedua belah pihak.
Untuk diketahui, hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan Rusia mengalami masa tegang terutama setelah keputusan wilayah Krimea untuk menggelar referendum yang menyatakan pemisahan diri dari Ukraina untuk bergabung dengan Rusia.
Rusia menyebut bahwa hal tersebut dilakukan Krimea karena adanya tekanan dari kelompok ekstrimis terhadap warga Krimea yang mayoritas berbahasa Rusia. Akan tetapi, Amerika Serikat mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal.
Sebagai bentuk kecaman, Amerika Serikat memberikan sanksi kepada sejumlah pejabat tinggi Rusia. Beberapa waktu kemudian, hal serupa juga diterapkan oleh pihak Rusia.
[mel]
BERITA TERKAIT: