Klarifikasi tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i meluruskan kabar yang disampaikan keluarga korban pasca insiden pesawat jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026 lalu.
Ia mengatakan, ponsel Farhan yang ditemukan di lokasi pesawat jatuh sempat diserahkan ke keluarga korban. Ponsel kemudian diserahkan ke Polda Sulsel untuk diperiksa lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan, aktivitas
smartwatch yang digunakan korban dan terhubung dengan ponsel tersebut ternyata data lama.
"Kami sudah dibantu Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan (pihak keluarga korban) sudah dimintai keterangan. Setelah dibuka, ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-
clear-kan," kata Syafii dikutip redaksi, Rabu, 21 Januari 2026.
Pihak Basarnas pun telah memberi penjelasan kepada keluarga korban yang sebelumnya mengungkap data pergerakan Farhan di
smartwatch.
"Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: