Hal tersebut ditegaskan oleh Otoritas Keselamatan Maritim Australia atau Australian Maritime Safety Authority (AMSA) setelah melakukan analisa lebih lanjut terhadap data yang diambil dari Laut China Selatan dan Selat Malaka sebelum kontak radar hilang.
Dalam analisa data, ditemukan petunjuk kredibel yang mengindikasikan bahwa pesawat berjenis Boeing 777-200ER yang hilang sejak hampir tiga pekan terakhir tidak melakukan perjalanan jauh hingga ke Samudera Hindia sebagaimana petunjuk awal.
Data yang diberikan oleh tim investigasi internasional di Malaysia menunjukkan bahwa pesawat yang membawa total 239 orang itu telah terbang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pada yang diperkirakan sebelumnya. Sehingga meningkatkan penggunaan bahan bakar dan mengurangi jarak yang dapat ditempuh.
Dalam operasi pencarian hari ini, sebanyak 10 pesawat dan 6 kapal laut telah dikirim ke area pencarian baru yang berjarak sekitar 1.100 km dari area sebelumnya.
"Area pencarian baru luasnya berkisar 319,000 kilometer persegi di area yang berlokasi 1.850 km ke arah barat dari Perth," kata Josh Young dari AMSA.
Young menyebut bahwa area pencarian baru akan memungkinkan tim pencari memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan pencarian, mengingat jaraknya yang lebih dekat dengan Perth.
Selain itu, Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan bahwa petunjuk baru akan diselidiki secara menyeluruh oleh pakar dari seluruh dunia yang bekerjasama.
Australia hari ini memimpin pencarian di area baru dengan bantuan dari Jepang, Korea Selatan, China, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, seperti dikabarkan
ABC. [mel]
BERITA TERKAIT: