Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, penerbangan komersial tidak mengandalkan terbang berdasarkan pandangan mata atau Visual Flight Rule (VFR) dalam menjalankan operasionalnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun dan mengelola infrastruktur navigasi penerbangan, baik di darat maupun di laut, guna memfasilitasi penerapan Instrument Flight Rule (IFR).
"Sistem ini memungkinkan terbang saat malam hari maupun ketika pandang tidak kondusif," kataya lewat akun X miliknya, Senin, 19 Januari 2026.
Penjelasan ini disampaikannya menyusul terjadinya Insiden hilang kontak pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026.
Menurut Alvin, pembangunan infrastruktur navigasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional di bidang penerbangan sipil yang mengacu pada standar global keselamatan penerbangan.
“Infrastruktur navigasi itu antara lain berupa VOR atau VHF Omnidirectional Range yang memancarkan data arah atau radial sebagai input bagi sistem autopilot untuk mengendalikan arah terbang pesawat secara otomatis,” jelasnya.
Ia menambahkan, perangkat VOR tidak dibiarkan bekerja tanpa pengawasan. Seluruh sistem tersebut secara rutin dikalibrasi untuk memastikan tingkat akurasi tetap terjaga sesuai standar keselamatan penerbangan internasional.
Selain perangkat navigasi elektronik, Alvin juga menyoroti pentingnya navigational chart atau peta navigasi penerbangan. Peta tersebut memuat rute penerbangan lengkap dengan berbagai informasi krusial, termasuk ketinggian kontur permukaan bumi dan rintangan di sekitar jalur terbang.
“Navigational chart ini selalu dimutakhirkan datanya secara berkala,” katanya.
Dengan dukungan sistem navigasi dan peta penerbangan yang akurat, Alvin menegaskan bahwa pesawat akan tetap berada dalam jalur yang telah ditetapkan, baik dari sisi arah maupun ketinggian.
“Selama pesawat berada dalam jalur arah dan ketinggian yang ditentukan, maka akan terhindar dari kemungkinan berbenturan dengan gunung, bukit, maupun rintangan tinggi lainnya,” pungkas Alvin Lie.
BERITA TERKAIT: