Ledakan di sebuah jalan di provinsi Yala, mengikuti serangkaian bom motor sehari sebelumnya (Jumat, 1/3) terjadi di provinsi Narathiwat, yang menyebabkan enam orang terluka.
Serangan itu terjadi dua hari setelah kesepakatan penting antara pemerintah Thailand dan Barisan Revolusi Nasional (BRN) untuk memulai perundingan yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 5.000 orang sejak tahun 2004.
Sebagaimana yang dilansir
Reuters (Minggu, 3/3), perjanjian yang ditengahi oleh Malaysia dan ditandatangani di Kuala Lumpur tersebut, mengharapkan kedua belah pihak untuk memulai pembicaraan awal dalam dua minggu ke depan.
Seorang pengamat HAM, Sunai Phasuk, mengatakan bahwa serangan pasca
penandatanganan perdamaian dialog cocok dengan pola elemen radikal yang menentang pembicaraan dengan pihak berwenang Thailand.
Barisan Revolusi Nasional, yang merupakan kelompok pemberontak muslim, merupakan satu dari beberapa kelompok yang dituding sebagai penyebab kerusuhan di Thailand. Beberapa serangan terjadi baru-baru ini juga meningkat di wilayah perbatasan antara Thailand dan Malaysia, yang didominasi oleh penduduk muslim. Hal ini lantaran karena kelompok pemberontak muslim tersebut menolak diatur pemerintah Thailand yang beragama Buddha.
[wid]
BERITA TERKAIT: