Emas spot turun 3,5 persen menjadi 4.136,81 Dolar AS per ons pada pukul 24.30 WIB. Sebelumnya, harga logam kuning ini sempat menyentuh 4.110,55 Dolar AS per ons, level terendah sejak 5 Agustus.
Penurunan juga terjadi pada emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember yang ditutup melemah 3,5 persen menjadi 4.168,40 Dolar AS per ons.
Analis American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan kenaikan tajam harga minyak kembali memperlihatkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi persoalan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Tekanan terhadap emas semakin kuat karena Dolar AS bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua bulan. Penguatan greenback membuat emas yang dihargai dalam Dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli dari luar Amerika Serikat.
Di saat bersamaan, imbal hasil US Treasury terus meningkat. Kenaikan yield membuat biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga menjadi lebih tinggi.
Harga minyak sendiri melonjak sekitar 3 persen setelah Presiden AS Donald Trump menolak kesepakatan damai dari Iran untuk mengakhiri konflik kedua negara sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.
Lonjakan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini menjadi tantangan bagi emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Ketika suku bunga meningkat, daya tarik emas cenderung berkurang karena investor memiliki pilihan aset lain yang menawarkan imbal hasil.
Data FedWatch Tool CME Group menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 94 persen untuk satu kali kenaikan suku bunga pada Desember.
Federal Reserve sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada awal bulan ini dan memberikan sinyal bahwa kenaikan lanjutan masih mungkin diperlukan dalam beberapa bulan mendatang.
Sejumlah pejabat The Fed juga masih memperingatkan tingginya risiko inflasi. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menjadi salah satu pejabat terbaru yang menyampaikan pandangan bahwa suku bunga mungkin masih perlu dinaikkan.
Pasar kini menunggu sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, mulai dari data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, Personal Consumption Expenditures (PCE), hingga nonfarm payrolls.
Tekanan juga menyebar ke logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 4,5 persen menjadi 61,39 Dolar AS per ons. Platinum melemah 2,8 persen menjadi 1.727,88 Dolar AS per ons, sedangkan paladium terkoreksi 3,6 persen menjadi 1.220,65 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: