
Sedikitnya tiga orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka parah akibat terkena bom minyak mentah pada Sabtu (2/3). Insiden itu terjadi saat digelar protes rencana proyek perusahaan penghasil baja POSCO milik sebuah perusahaan asal Korea Selatan di India.
Polisi setempat mengatakan bahwa kemungkinan korban tewas di Desa Patna, Odisha (sebelumnya disebut Orissa), akibat ulah bom rakitannya sendiri. Namun seorang Jurubicara para korban, Prashant Paikary menampik dan mengatakan bahwa mereka adalah korban dari serangan pendukung proyek POSCO.
"Kami sangat mengutuk pembunuhan yang tidak manusiawi yang dilakukan kepada warga desa yang tak berdosa. Kami menuntut penangkapan para pelaku segera," kata Jubir gerakan perlawanan anti POSCO, Prashant seperti dilansir
Reuters (Minggu, 3/3).
POSCO, perusahaan penghasil baja terbesar kelima di dunia telah menandatangani perjanjian dengan pemerintah Odisha pada tahun 2005. Kesepakatan itu terkait pembangunan pabrik baja senilai 12 miliar US Dolar.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: