Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi mengungkapkan bahwa penggunaan sanksi ekonomi terhadap Iran dikarenakan AS sudah tahu akan kekuatan militer Iran sekarang, dan takut untuk mengambil resiko besar di Teluk Hormuz.
"Alasan mengapa AS hanya menjatuhkan sanksi ekonomi adalah karena mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari aksi militer," ujar Ali Fadavi sebagaimana dikutip
Press TV, (Minggu, 15/7).
Seandainya saja AS dan sekutunya dapat meraih tujuan mereka melalui serangan militer, lanjut Fadavi, maka mereka tentu sudah melakukan hal tersebut sejak dulu.
Lebih lanjut Fadavi mengatakan kekuatan roket Iran telah meningkat jauh dalam beberapa tahun terakhir dan AS sangat mengetahui kapasitas rudal yang dimiliki Iran.
"Itulah mengapa AS hanya menekan melalui embargo minyak dan sanksi ekonomi. Karena, opsi militer melawan Iran tidak akan berguna bagi mereka," tegas Fadavi.
Selain itu, Fadavi mengatakan bahwa AS trauma dengan kekalahan di perang 33 hari melawan Hizbullah Lebanon serta serangkaian perang melawan Afghanistan dan Irak yang telah telah memberi AS dan Israel pelajaran pahit.
Fadavi yakin serangkaian pengalaman pahit itu akan membuat mereka berpikir seribu kali untuk melakukan hal serupa pada Iran.
[ian]
BERITA TERKAIT: