Jumhur dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Di era SBY, Ia pernah menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI.
Jumhur menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, yang pindah ke posisi barunya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Hanif Faisol Nurofiq termasuk menteri yang disorot pasca bencana alam di Sumatera, tempo hari.
Selebihnya, Mohammad Qodari, Dudung Abdurachman, Abdul Kadir Karding, dan Hasan Nasbi, hanya tukar posisi posisi saja. Penting tak penting.
Mohammad Qodari yang sebelumnya menempati Kepala Staf Kepresidenan diganti dengan Dudung Abdurachman.
Qodari menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, yang sebelumnya dipegang untuk sementara Angga Raka Prabowo.
Posisi Dudung Abdurachman sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan kosong---mungkin tak diperlukan lagi---dan Hasan Nasbi menempati posisi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan diganti dengan Bidang Komunikasi?
Menarik juga. Komunikasi memang tak kalah pentingnya dengan pertahanan. Pertahanan agaknya sudah ditangani oleh Menteri Pertahanan dengan sangat baik.
Terakhir, Abdul Kadir Karding yang sebelumnya direshuffle sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, kini menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Artinya, orang yang direshuffle Presiden Prabowo bisa jadi akan dipakai kembali.
Tidak otomatis dibuang begitu saja seperti pada reshuffle-reshuffle di era sebelumnya.
Contohnya Abdul Kadir Karding dan Hasan Nasbi. Reshuffle bukan karena lawan politik.
Boleh dibilang reshuffle kali ini seolah tidak ada reshuffle.
Reshuffle yang tidak terlalu penting. Posisi-posisi yang tidak terlalu krusial dan kurang diperhatikan juga keberadaan dan sepak terjangnya.

ErizalDirektur ABC Riset & Consulting
BERITA TERKAIT: