Sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 31/3), insiden kebakaran ini terjadi sehari setelah kapal mewah bernama Azamara Quest meninggalkan Manila menuju Sandakan, Malaysia. Kapal itu sendiri telah berlayar selama 17 hari, setelah berangkat dari Hongkong pada Senin (26/3) lalu. Kapal rencananya akan berlabuh di di beberapa kota di Filipina, Malaysia, dan Indonesia, sebelum dijadwalkan berlabuh di Singapura, 12 April.
Jumat tengah malam (30/3), api berkobar di salah satu kamar mesin kapal berbobot 30.277 ton itu. Akibat kebakaran itu, mesin penggerak kapal berukuran panjang 180 meter dan lebar 30 meter itu mati. Para awak kapal baru berhasil memulihkan satu mesin yang membangkitkan listrik untuk menyalakan pendingin ruangan, aliran air ledeng, lemari pendingin, dan alat-alat masak.
Juru bicara Kesatuan Penjaga Pantai Filipina Letnan Commander Algier Ricafrente mengatakan, pihaknya pertama kali menerima kabar insiden kapal Azamara Quest, Sabtu pagi, dari sebuah perusahaan pelayaran feri dan penarikan kapal di Manila. Saat itu, posisi kapal berada sekitar 139 kilometer sebelah barat daya Karang Tubbataha yang masuk dalam wilayah Filipina.
Pihak Azamara Club Cruises, perusahaan operator kapal pesiar tersebut, menyatakan bahwa kapal saat ini menggunakan sumber tenaga cadangan dan terapung-apung di kawasan laut yang tenang di dekat Kalimantan, Indonesia. Kapal tersebut membawa 590 penumpang dan 411 awak kapal. Sebagian besar penumpang adalah orang Amerika dan Eropa.
Ini adalah insiden ketiga yang menimpa kapal pesiar setelah peristiwa kandasnya kapal Costa Concordia, Januari, dan terhanyutnya Costa Allegra akibat mesin mati setelah kebakaran di perairan Samudera Hindia, Februari lalu.
[ian]
BERITA TERKAIT: