Sektor transportasi air melalui kapal (ASDP) menjadi lini dengan penambahan jumlah pemudik terbesar. Jumlah penumpang yang diberangkatkan melalui moda ini naik dari 2.336.619 orang pada 2025 menjadi 2.697.459 orang pada 2026. Artinya, ada tambahan 360.840 pemudik di jalur penyeberangan.
"Peningkatan penumpang di jalur laut ini sangat krusial karena mengindikasikan pemerataan sirkulasi ekonomi antar-pulau," kata Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center Ade Holis, dikutip Jumat 27 Maret 2026.
Sementara di jalur darat, angkutan umum seperti bus juga menunjukkan tren positif. Terdapat tambahan 145.085 pemudik yang diberangkatkan, yang mengerek total penumpang dari 1.441.510 orang pada 2025 menjadi 1.586.595 orang pada tahun 2026.
Adapun jumlah pemudik yang diberangkatkan menggunakan kereta api juga mengalami kenaikan. Tercatat ada 1.832.584 penumpang pada 2026, atau naik 193.805 penumpang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.638.779 penumpang.
Sektor penerbangan pun menyumbang kenaikan pemberangkatan dengan tambahan 71.993 penumpang. Secara total, sebanyak 2.400.544 orang memilih menggunakan pesawat terbang pada periode jelang Idul Fitri 2026, naik dari 2.328.551 orang pada tahun sebelumnya.
“Sinkronisasi antara likuiditas dan mobilitas ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ade.
Ade mengatakan, masyarakat memiliki daya beli dan mereka memiliki akses mobilitas untuk membelanjakannya di kampung halaman, yang secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi local.
Lembaga Riset NEXT Indonesia Center memproyeksikan bahwa gabungan antara dana siap belanja sebesar Rp1.241 triliun dan masifnya arus mudik ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal pertama.
“Lebaran 2026 adalah momentum emas. Dengan sirkulasi uang kartal atau uang tunai yang mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir, kita sedang menyaksikan mesin ekonomi domestik bekerja pada kapasitas optimal,” tutup Ade.
Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah uang kartal atau uang tunai dalam bentuk kertas maupun logam yang diedarkan untuk kebutuhan jelang Lebaran Idulfitri 2026 mencapai Rp1.370 triliun.
BERITA TERKAIT: