Penggunaan kapal perang ini, menurut pemerintah Turki, seperti dikutip
Reuters (Sabtu, 10/9), sebagai upaya menjernihkan peristiwa Mavi Marmara pada tahun lalu, dimana kapal Turki yang mengangkut bantuan keamanan untuk rakyat Gaza diserang oleh militer Israel.
Hingga saat ini pihak Israel belum mau meminta maaf atas kejadian yang menewaskan 9 relawan asal Turki tersebut. Pihak Turki juga berjanji akan memperkuat kekuatan angkatan lautnya di perairan Laut Mediterania yang berbatasan laut dengan Israel. Tindakan ini sangatlah rentan dalam memicu konflik antar kedua negara.
Meski kapal perang Turki berpotensi mengancam keamanan Israel, namun kubu PM Benyamin Netanyahu hanya memilih opsi diam dalam menanggapinya.
"Pernyataan yang disampaikan Recep Erdogan (untuk mengirim kapal perang) sangat mengancam (Israel) dan akan berdampak serius, pun demikian saya rasa tidak baik untuk berselisih dengannya," ujar Deputi Perdana Menteri Israel, Dan Meridor.
[ald]
BERITA TERKAIT: