Harga Emas Anjlok ke Level Terendah 4 Pekan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 29 April 2026, 07:23 WIB
Harga Emas Anjlok ke Level Terendah 4 Pekan
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga emas dunia merosot tajam pada penutupan Selasa 28 April 2026 ke level terendah sejak awal April. Pelemahan ini dipicu oleh memanasnya tensi di Timur Tengah yang mendorong inflasi, serta sikap waspada investor menanti kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Reuters melaporkan, emas spot turun 1,7 persen ke 4.600,61 Dolar AS per ons. Sementara emas Berjangka AS ditutup anjlok 1,8 persen ke 4.608,40 Dolar AS per ons.

Logam lainnya seperti perak merosot 2,7 persen, platinum turun 1,5 persen, dan paladium melemah 0,8 persen.

Penurunan ini dipengaruhi oleh kegagalan dialog damai di mana AS menolak proposal perdamaian Iran, menyebabkan konflik dua bulan terakhir terus berlanjut. Hal ini membuat jalur perdagangan vital di Selat Hormuz tetap tertutup.

Tertutupnya Selat Hormuz, ditambah dengan kabar mundurnya Uni Emirat Arab dari OPEC/OPEC+ memicu kenaikan harga minyak. Kondisi ini memperburuk inflasi global.

Meski emas adalah aset lindung nilai inflasi, ekspektasi kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi justru menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (yield).

Investor kini menunggu hasil pertemuan FOMC (The Fed). Pernyataan Jerome Powell sangat dinanti untuk melihat arah kebijakan moneter ke depan. 

Selain The Fed, bank sentral Eropa (ECB), Inggris (BoE), dan Kanada (BoC) juga dijadwalkan merilis kebijakan serupa pekan ini.

Di tengah aksi jual global, permintaan emas dari China justru menunjukkan tren positif. Data impor emas China melalui Hong Kong naik menjadi 47,86 metric ton pada Maret, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 46,24 ton. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA