Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.30 WIB, Rupiah berada di level Rp17.666 per Dolar AS, melemah 24 poin atau 0,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan indeks Dolar AS turut dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Kondisi tersebut kemudian mendorong kenaikan harga minyak dunia kembali di atas 90 Dolar AS per barel.
“Ketegangan di Timur Tengah, membuat harga minyak mentah kembali di atas 90 Dolar AS per barel. yang membuat rupiah kembali melemah,” kata Ibrahim dalam keterangannya.
Dikutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 52 sen atau 0,54 persen menjadi 96,80 Dolar AS per barel pada pukul 23.54 GMT.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 66 sen atau 0,72 persen menjadi 92,14 Dolar AS per barel.
Ibrahim memperkirakan pergerakan Rupiah pada awal pekan masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
“Untuk perdagangan Senin mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.640 - Rp17.690. Sedangkan untuk sepekan depan dirange Rp17.550-Rp17.850,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: