Mengutip data Bloomberg hingga pukul 09.30 WIB, Rupiah bergerak ke Rp17.817 per Dolar AS, menguat 67 poin atau 0,37 persen dari perdagangan sebelumnya.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan bank sentral berpeluang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar siang ini.
“Pasar akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar Rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi,” kata Ibrahim dalam risetnya.
Ibrahim mengatakan sebagian bank sentral masih mengambil sikap hawkish, sementara sebagian lainnya masih memiliki ruang pelonggaran dengan mempertahankan posisi suku bunga acuannya.
“Melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan Gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu (23 September) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps,” jelasnya.
Ibrahim juga menyinggung pernyataan Gubernur BI Destry Damayanti yang sebelumnya menyebut tingkat suku bunga Indonesia saat ini sudah cukup tinggi, Karena BI sudah menaikkan 100 basis point.
Meski demikian, kondisi kebijakan moneter global dinilai turut menjadi pertimbangan. Ibrahim menyebut langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Frd yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dapat membuka peluang bagi BI untuk mengambil langkah serupa.
“Saya melihat dalam kondisi saat ini, kondisi Bank Sentral Amerika sudah menaikkan suku bunga 25 basis point, ada kemungkinan besar Bank Indonesia dalam pertemuan di minggu ini,” tandasnya.
Sementara itu, harga minyak dunia untuk kontrak November 2026 turun 0,75 persen menjadi 98,51 Dolar AS per barrel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November turun 1,03 persen menjadi 89,59 Dolar AS per barrel.
BERITA TERKAIT: