Mengutip data
Bloomberg, mata uang Garuda bergerak ke posisi Rp17.863 per Dolar AS, melemah 1 poin atau 0,1 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan terjadi menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada Rabu siang ini.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar selama dua hari pada 18-19 Agustus 2026.
Ibrahim memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen setelah menaikkan suku bunga secara agresif dengan total 75 basis poin sepanjang April-Juni 2026.
Selain keputusan suku bunga, pasar akan mencermati pandangan BI mengenai stabilitas Rupiah, inflasi domestik, kondisi likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.
“Sikap dan panduan BI akan menjadi salah satu penentu arah Rupiah berikutnya di tengah ketidakpastian global, setelah fase stabilisasi yang cukup agresif selama beberapa bulan terakhir di bawah kepemimpinan Bapak Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia,” kata Ibrahim dalam risetnya.
BERITA TERKAIT: