Harga minyak mentah Brent berjangka terpantau naik 1,32 Dolar AS atau 1,27 persen menjadi 105,64 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 70 sen atau 0,76 persen menjadi 93,11 Dolar AS per barel.
Kenaikan harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran yang ditujukan untuk mengakhiri konflik kedua negara sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, Trump mengatakan negosiator AS diperkirakan kembali melakukan pembicaraan dengan Iran pekan ini.
Iran sebelumnya menyampaikan proposal tersebut dalam sidang Majelis Umum PBB di New York dan mengatakan proposal telah disampaikan kepada pemerintah AS melalui mediator Qatar. Namun, penolakan Trump membuat ketidakpastian terkait konflik dan jalur perdagangan minyak utama dunia kembali meningkat.
Risiko tersebut kembali terlihat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengatakan telah mencegat dua rudal balistik dan dua drone yang diluncurkan kelompok Houthi yang didukung Iran ke arah Arab Saudi.
Di sisi lain, pasokan minyak dari Timur Tengah justru menunjukkan pemulihan. Data awal Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah dari produsen utama Timur Tengah meningkat menjadi 12,8 juta barel per hari pada September, tertinggi sejak perang dimulai pada Februari. Kenaikan terutama didorong oleh peningkatan ekspor Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Pemulihan ekspor itu terjadi seiring membaiknya pengiriman melalui Selat Hormuz, yang diperkirakan mencapai sekitar 7,4 juta barel per hari bulan ini. Arab Saudi juga mengalihkan sebagian ekspornya dari pelabuhan Laut Merah Yanbu ke pelabuhan Ras Tanura di kawasan timur setelah serangan merusak pipa East-West.
BERITA TERKAIT: