69 Saham Jebol di Bawah Gocap Usai Batas Rp1 Berlaku

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Senin, 28 September 2026, 20:39 WIB
69 Saham Jebol di Bawah Gocap Usai Batas Rp1 Berlaku
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Kecil Besar
rmol news logo Sebanyak 69 saham tercatat diperdagangkan di bawah harga Rp50 per lembar pada perdagangan Senin, 28 September 2026.

Jumlah tersebut muncul setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan penghapusan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 pada perdagangan hari ini.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga sekitar pukul 15.00 WIB, terdapat 69 saham yang sudah diperdagangkan di bawah level Rp50 di pasar reguler.

“Kalau tadi jam tiga, sekitar jam setengah tiga, saya ter-update bahwa ada 69 saham yang diperdagangkan di bawah Rp50 di pasar reguler,” kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta.

Ia menjelaskan, sejumlah saham di antaranya merupakan saham yang sebelumnya berada di Papan Pemantauan Khusus.

“Ada 20-an tetapi digabung dengan yang tadi dari Papan Pemantauan Khusus yang bertransaksi di bawah Rp50 tadi siang ada 69 saham,” jelasnya.

Jeffrey mengatakan penerapan perdana kebijakan penghapusan harga minimum Rp50 berjalan tanpa gangguan dalam proses perdagangan di bursa.

“Kami pantau tadi per pagi ini pada pembukaan pasar. Ya, penerapan pertama dari penghapusan harga minimum Rp50 berjalan baik. Ya, seluruh proses mulai dari pre-opening sampai pembukaan pasar dan sampai dengan saat ini seluruh proses kegiatan perdagangan itu berjalan baik,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan sejumlah saham ke bawah Rp50 juga tidak serta-merta menjadi sentimen negatif yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang perdagangan hari ini.

“Harusnya tidak demikian. Pertama, pada saat ini mau diberlakukan respons dari pasar yang positif. Yang kedua, tentu bobot dari saham-saham yang sudah lama di harga Rp50 itu bobotnya terhadap IHSG juga tidak besar,” kata Jeffery.

“Jadi tidak semata-mata karena faktor penurunan di bawah harga Rp50 yang memberikan pressure kepada IHSG,” tandasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA