Mengutip data
Bloomberg, Rupiah bergerak melemah 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp17.850 per Dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap Rupiah dipicu penguatan harga minyak dunia.
Pada perdagangan hari ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak ke level 84,9 Dolar AS per barel. Sementara minyak Brent berada di posisi 91,1 Dolar AS per barel.
"Penguatan harga minyak di atas 83 Dolar AS per barel, membuat Rupiah tersungkur pagi ini," kata Ibrahim dalam riset hariannya.
Meski demikian, Ibrahim memprediksi pergerakan Rupiah masih akan fluktuatif hingga akhir perdagangan, namun berpeluang ditutup menguat.
"Mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.750-Rp17.800," ujarnya.
BERITA TERKAIT: