Kenaikan ini menunjukkan Bitcoin ikut terdorong oleh penguatan pasar secara luas. Belum terlihat adanya berita atau katalis khusus yang menjadi pemicu utama kenaikan Bitcoin. Artinya, pergerakan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar secara umum.
Bitcoin juga menunjukkan korelasi sekitar 53 persen dengan emas. Kondisi ini menunjukkan keduanya terkadang bergerak searah, terutama ketika investor mencari aset yang dianggap dapat membantu melindungi nilai kekayaan dari tekanan inflasi.
Di pasar derivatif, aktivitas perdagangan Bitcoin meningkat tajam. Likuidasi melonjak 1.208 persen dalam 24 jam, sementara open interest atau jumlah kontrak yang masih terbuka naik 5,58 persen. Lonjakan likuidasi ini menandakan banyak posisi trader yang terpaksa ditutup dan dapat membuat harga Bitcoin bergerak lebih volatil dalam jangka pendek.
Perhatian investor berikutnya akan tertuju pada risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan dirilis pada 19 Agustus. Pasar akan mencermati risalah tersebut untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Dari sisi teknikal, 62.300 Dolar AS menjadi level support penting bagi Bitcoin. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawahnya dapat meningkatkan tekanan jual.
Sementara itu, 67.000 Dolar AS menjadi level resistance yang perlu ditembus Bitcoin untuk memperkuat momentum kenaikannya. Dengan tingginya aktivitas di pasar derivatif, Bitcoin berpotensi bergerak lebih tajam dalam beberapa hari ke depan.
BERITA TERKAIT: