Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu 23 September 2026, harga Bitcoin naik 1,58 persen dalam 24 jam terakhir menjadi 86.606 Dolar AS. Hal ini sejalan dengan kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan sebesar 1,67 persen.
Kenaikan ini belum dipicu oleh kabar besar baru terkait Bitcoin. Pergerakan harga lebih banyak mengikuti momentum pasar yang masih kuat, terutama karena investor kembali berani masuk ke aset berisiko. Pola ini juga terlihat dari hubungan Bitcoin dengan saham teknologi yang cukup kuat.
Salah satu pendorongnya adalah aliran dana besar ke produk ETF Bitcoin spot. Pada 21 September, arus dana masuk ETF Bitcoin spot mencapai sekitar 999 juta Dolar AS. Pada periode yang sama, terjadi short squeeze sekitar 844 juta Dolar AS yang turut mendorong harga Bitcoin naik dengan cepat.
Dukungan tersebut masih terasa hingga saat ini. Tekanan jual dari pemegang Bitcoin juga belum menunjukkan lonjakan berarti. Secara teknikal, Bitcoin masih berada di atas sejumlah rata-rata pergerakan penting, sehingga struktur kenaikannya masih relatif terjaga.
Untuk jangka pendek, level 85.000 Dolar AS menjadi perhatian utama. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, harga berpeluang kembali menguji level tertinggi terdekat di sekitar 87.363 Dolar AS. Jika berhasil melewati area itu, level berikutnya yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar 90.741 Dolar AS.
Sebaliknya, jika Bitcoin kembali jatuh di bawah 85.000 Dolar AS, tekanan jual dapat meningkat dan membuka ruang koreksi menuju sekitar 82.600 Dolar AS. Karena itu, arus dana ETF Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah minat investor besar masih berlanjut.
BERITA TERKAIT: